You are currently viewing Guru dan Siswa Hibatullah IIBS Belajar Langsung di Jantung Kampoeng Inggris
Guru dan Siswa Hibatullah IIBS di situs Candi Tegowangi

Guru dan Siswa Hibatullah IIBS Belajar Langsung di Jantung Kampoeng Inggris

Pagi di Pare, Kediri, pada hari Kamis (13/11/2025), terasa lebih hidup saat rombongan Hibatullah International Islamic Boarding School melanjutkan eksplorasi mereka di kawasan Kampoeng Inggris. Para siswa kelas VII bersama para guru telah berada di FEE Center selama beberapa hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan belajar bahasa yang intensif. Di bawah langit cerah itu, mereka menjalani perjalanan edukatif bertajuk Tour of Kampoeng Inggris, sebuah kegiatan dari FEE Center Pare yang dirancang untuk membuka wawasan sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang autentik.

Dipandu oleh Mr. Fauzan dan Mrs. Vita selaku tutor dari FEE Center, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 ini tidak sekadar menjadi kunjungan wisata edukasi, melainkan perjalanan intelektual yang mengajak peserta menyelami cara belajar, budaya, dan atmosfer khas Kampoeng Inggris.

Mengunjungi Jejak Budaya dan Dinamika Pembelajaran

Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke Candi Tegowangi, sebuah cagar budaya yang menyimpan kisah masa lalu. Di sana, peserta diajak mengenali kekayaan sejarah Indonesia sekaligus belajar tentang pentingnya pelestarian situs budaya. Dari warisan masa lampau, rombongan beranjak menuju denyut modern Pare Holic, pusat oleh-oleh dan UMKM yang menjadi ikon Kampoeng Inggris. Aktivitas belanja yang sederhana justru menjadi ruang belajar sosial bagaimana mengapresiasi karya lokal dan mendukung pelaku usaha kecil.

Perjalanan berlanjut ke Masjid Jami’ Imam Baidhowi, masjid megah yang sekilas mengingatkan pada kemuliaan arsitektur Masjid Nabawi. Di tempat ini, para peserta tidak hanya menunaikan salat Dzuhur, tetapi juga menikmati kehangatan masjid yang dilengkapi ruang bermain dan fasilitas olahraga. Suasana religius yang berpadu dengan keceriaan menjadi pelengkap harmoni kegiatan hari itu.

Ice breaking dan permainan bahasa turut menjadi bumbu penyegar sepanjang kegiatan, membuat suasana belajar terasa lebih hangat dan penuh tawa. Interaksi antarguru, siswa, dan tutor berlangsung cair, menunjukkan bahwa pembelajaran terbaik sering lahir dari pengalaman langsung dan suasana yang menyenangkan.

Wawasan Baru untuk Guru: Dari Metode hingga Spirit Belajar

Salah satu peserta sekaligus koordinator Program English Camp, Mr. Firman menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi jendela inspirasi untuk memperkuat kompetensi guru dalam pengajaran Bahasa Inggris.

“Melalui kegiatan ini, saya melihat langsung bagaimana lingkungan belajar di Kampoeng Inggris dibangun. Metode yang digunakan variatif, komunikatif, dan sangat memberi ruang bagi keberanian berbicara,” ungkapnya.

Firman juga menjelaskan bahwa pengalaman di Kampoeng Inggris memberikan gambaran nyata tentang bagaimana suasana belajar yang intensif namun tetap menyenangkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri peserta. “Saya bisa merasakan bagaimana tutor memanfaatkan permainan bahasa, diskusi aktif, dan praktik berbicara harian untuk membuat pembelajaran lebih hidup,” tambahnya.

Para guru lainnya pun merasakan kesan serupa. Mereka melihat betapa kreatifnya metode yang digunakan tutor dan bagaimana suasana belajar yang kondusif itu mampu menciptakan motivasi yang kuat bagi pembelajar. Melalui program ini, para guru mendapatkan perspektif baru yang memperkaya strategi pedagogik yang kelak akan diterapkan di sekolah.

Mengintegrasikan Pembelajaran Kampoeng Inggris ke Sekolah

Pengalaman Tour of Kampoeng Inggris itu tidak berhenti menjadi cerita perjalanan semata. Firman mengungkapkan bahwa banyak ide baru yang siap diterapkan di lingkungan SMP Hibatullah. Mulai dari memperbesar porsi speaking practice, menghadirkan permainan bahasa dalam kelas, hingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan berbasis proyek.

Selain itu, ia berkomitmen untuk berbagi pengalaman dengan rekan-rekan guru melalui diskusi atau pelatihan internal. Harapannya, semangat dan metode efektif dari Kampoeng Inggris dapat mengalir ke setiap ruang belajar di Hibatullah, memperkuat budaya literasi bahasa dan meningkatkan keberanian siswa untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Kegiatan Tour of Kampoeng Inggris bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan makna. Ia membuka cakrawala, menanam inspirasi, dan memperkuat komitmen Hibatullah International Islamic Boarding School dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi global.

Dengan pengalaman ini, sekolah semakin mantap melangkah dalam membangun generasi beradab, berwawasan, berkarya, dan berdaya saing dunia.

Leave a Reply